Posts

Jangan Dibaca Nanti Nyesel

LEPASKAN

Kalau lu pada mikir gw bikin tulisan ini gara-gara ada hubungannya sama tulisan yang terbit di OA #TehJasmineUnpad gw akuin iya.

NZ: Ah elah yoo gk usah baper, pake follow akun muslimah segala, jadi cowo menye menye lu ntar.
GW: Yeu gak usah so iye dah lu, nulis komentar gk sampe 140 huruf kayak twitteran aje gegayaan, baca dulu neh!

Jujur gw selalu suka tulisan-tulisan para kontributor dan anggota timnya, dan menurut gw anak muda jaman sekarang kayak kita nih, wajib banget bikin tulisan-tulisan soal pemikiran kita. Apalagi kita-kita generasi muda penerus bangsa, harus mulai nulis dari sekarang sambil berbagi gagasan tentang kebangsaan. (Anjir omongan lu selangit yoo... turun wooyy!!)

Back to topic... Gw juga pernah muda, (emang sekarang udah tua??) gak lahir pecah dari batu trus langsung gede. Gw juga pernah ngalami masa-masa abg labil, abg alay, abg gandrung dan lain semacamnya. Gw gak mau muna, dulu gw juga punya keinginan untuk pacaran, since gw gak tumbuh besar di keluarga yang Isl…

KEBETULAN

KAMU GAK TANGGUNG JAWAB KALAU BELUM DISALAHIN

"Kalau gak gara-gara waktu itu kamu memilih untuk .... gak bakal gini jadinya. Ini semua salah kamu!"

Pernah berbuat salah? Pernah disalahin orang terdekat? Keluarga, temen, rekan kerja, atau apapun hubungan mereka sama kamu.
Mungkin juga kamu pernah berbuat hal yang menurut kamu benar tapi salah dimata orang lain, pernah merasakan itu? Teringat dengan pengalamanmu?

We tend to resist when we get blamed. Siapa sih yang suka disalahin? Gak ada kan?
"Ah enggak kok, aku mah orangnya fair aja, kalo emang berbuat salah ya salah aja, mau itu aku atau yang lain."
Well if that is what you think, you had better fix yourself, karena mungkin kamu terbiasa disalahkan atau menyalahkan orang lain.
Ohiya maaf ya kalau bahasanya gak baku dan gak konsisten (disalahin/disalahkan), udah kebiasaan linguistik hhe. Ok lanjut...

I consider myself to be: terbiasa menyalahkan (dulu) dan disalahkan (hingga sekarang). Contoh,
Case A:
Pernah gak sih dimarahi ibu karena kamu mainan trus berceceran…

Mr. Obama said, "Worry less about what you want to be, worry more about what you want to do."

Sudah hampir 3 Tahun aku kuliah, and well, maybe it's not going to amuse you if I tell you my stories. Maybe it's not inspiring either, or seems glorious. Tapi aku sangat bersyukur untuk semua yang telah aku alami, and up to this point, I don't regret it!

"Ah yang bener kamu gak punya penyesalan sama sekali? Kayak udah jadi orang paling sukses aja."

No, no, no. I'm not finished yet. Bukan kehidupanku sempurnabanget, in fact, I made lot of flaws. Kalau kata Pak Mario Teguh, "Habiskan jatah gagal kita selagi muda." dan aku termasuk orang yang menganut ini.
(Despite his family scandals I still look up at him, if you guys have different views it's okay, hope it doesn't bother you)

Aku malah curiga, kalau ada orang yang gak pernah berbuat kesalahan seumur hidup, jangan-jangan dia gak pernah berbuat apa-apa dalam hidupnya. No one in this world is perfect, neither their life. So make mistakes anyway!

Behold! Because what lies behind your mistakes is